Rabu, 29 Februari 2012

Kenapa gembor-gembor bising dalam nadiku
Lapar meminta makan yang sejahtera
Apa guna memimpin badan hinggi diujung tersayati
Minta aku minta mundur
Sekursi denganmu dalam kereta
Tak tau apa nanti jadinya setiba diri kita ditebing itu
Ayo meloncat
Siapa nanti lebih sombong mengeja abjad dunia
Mintalah sewaktu-waktu berjalan mundur


Tak perlu berpura bodoh sepertiku
Coba engkau tutup jendela dijumat siang nanti
Dan tak perlu menorehkan tanda tanya dijitanya 
Jangan mau dijamu madu
Mintalah sesejuk angin dalam dekapan gelisah membanjiri kaku tubuhmu
Bila nanti diwaktu jumat engkau dengar kembali suara dada
Cepat berkemas dan kenakan topi
Jangan mau lagi dijamu arak
Tetap tutup jendela dan pintu
Bila jumat sore tetap begitu
Bergegas pergi dan pakai sepatumu
Pergilah dengan sore walau harus memakai payung
Mintalah sewaktu-waktu agar ia berjalan mundur
Semudah diri engkau tak mau melihat punggungnya pergi
Yang lapar ialah kegelisahan yang menjadi kenyang


Beri sepotong roti dicelanaku
Meminum anggur dibajuku
Biar mabuk diserap dada
Ialah betapa ingkarnya kepada mentari
Takut, seperti tak ada lagi hari berikutnya lagi
Yang lapar ialah kegelisahan yang menjadi kenyang
Meski tak dijamu minum sudah biasa.

Selasa, 21 Februari 2012

Yang maaf dimana mulutnya
Dibalik memekik senyum berpura
Hanya saja dusta ada dikantong celanaku
Seperti menang dalam sore tanpa hujan.