Rabu, 23 Mei 2012

Aku Iri Sebagaimana Mestinya

Aku iri
Pada saat engkau memberi makan hewan peliharaanmu
Pada saat engkau bernyanyi dengan percaya diri dan memamerkannya
Pada saat tulisanmu dibuat sayu-sayu
Pada saat engkau duduk mengangkat kedua kakimu di meja
Sungguh iri entah benci tanpa mengapa


Kita tak pernah duduk satu meja makan. Kita hanya bertemu saling memandang tanpa bersungging senyuman. Aku ingin mengenalmu lebih jauh,sebagaimana aku menyalahkanmu melukai hati tanpa engkau ketahui. Kalau saja rimbunan dedaunan tutupi hati, mungkin takan aku pandangi matamu. Bagaimana engkau menganggap harapanmu selalu menjulang panjang padahal engkau sendiri menceritakan kekucilan hatimu. Lantas aku iri yang selalu engkau lakukan terhadapku. Mungkin nanti pengalamanmu kelak di depan adalah cerita dariku yang hendak engkau alami.