Rabu, 29 Februari 2012

Mintalah sewaktu-waktu berjalan mundur


Tak perlu berpura bodoh sepertiku
Coba engkau tutup jendela dijumat siang nanti
Dan tak perlu menorehkan tanda tanya dijitanya 
Jangan mau dijamu madu
Mintalah sesejuk angin dalam dekapan gelisah membanjiri kaku tubuhmu
Bila nanti diwaktu jumat engkau dengar kembali suara dada
Cepat berkemas dan kenakan topi
Jangan mau lagi dijamu arak
Tetap tutup jendela dan pintu
Bila jumat sore tetap begitu
Bergegas pergi dan pakai sepatumu
Pergilah dengan sore walau harus memakai payung
Mintalah sewaktu-waktu agar ia berjalan mundur
Semudah diri engkau tak mau melihat punggungnya pergi

2 komentar:

  1. semacam monolog. tapi aku suka yang ini inne. teruslah menulis, teruslah melawan lupa. heheh

    BalasHapus
  2. aduh makasih lagi yah,lagi atuh komennya,hehe

    BalasHapus