Selasa, 20 Maret 2012

Begitulah


Mereka memusuhi aku
Katanya demikian suara dadaku begitu gaduh


Aku meracau pada matahari yang rewel
Segenap menjadi hitam kabut dimata
Yang tertera diwallpaper handphone mu ialah mendung bergelut petir yang dulu aku tiup


Aku percaya
Segala pedih diredam pada bantal
Cukupkan segala walau kurang dikantong celana yang bolong
Entahlah aku hanya menyampaikan katanya lewat senyuman membius aku


Cobalah berkacak pinggang lalu memarahiku
Saat itu aku akan bersorak gembira
Lebih apapun aku senang engkau memarahiku
Melaju ego yang engkau melulu tersembunyi dikemeja merah jambumu


Aku menata kangen yang rumit didalammu
Segala menjadi salah yang berbalas tai menjijikan
Aku tertahan walau mata sudah berkaca-kaca
Lalu aku telan ludah mengganjal ditenggorokan
Sebegitu parahkah kangen kita?

1 komentar:

  1. hm. aku meracau pada matahari yang rewel. bawel. swear...hehehe

    BalasHapus