Minggu, 20 November 2011

Kalau Aku Kangen Di Surgamu

Aku ingin ngobrol
Apa saja yang hilang subuh tadi
Hujan gemercik mengadu riang
Aku berdiri tegang dalam riangnya

Selamat datang yang asing
Telah berlalu yang mengamuk dalam jumat siang
Seuntai kata mantra dalam hening tangis
Aku pernah dijungkirkan ketika engkau naik ke surga penuh mentari

Apa begitu nikmat air mata diminum sendiri
Sementara orang-orang riang dalam tawanya
Hening menuju doa
Kilatan petir membawamu
Itukah jalannya

Kereta melaju perlahan
Aku bisu
Tak ada yang hilang dalam perpisahan,katamu
Hanya kangen nanti seumur-umur harus ditelan saja

Gusti,,,
Rahasia siang bergetar di nadiku
Selalu resah tak jauh ubahnya rintik berlarian
Sementara aku memastikan diri di ujung kegaduhan

Yang mati tertinggal kangen dihati
Lalu siap dibunuh dalam getirnya

Waktu melingkar
Yang datang dan singgah
Lalu pergi
Luntang lantung memekik diri

Ya gusti,,,
Bagaimana..

1 komentar:

  1. duh gusti. hehe...

    kata orang kenangan itu kehidupan yang perlu matahari. kenangan perlu matahari. tanpa kenangan matahari tak betul-betul memberi arti. hehehe

    *oalah komenku iki ngelantur yo...

    BalasHapus