Bisu dan Engkau
Kiranya begitu saja dulu
Mengadili kalimat pasif diantara selaan kata dan lagu
Hanya maumu saja yang kurang paham
Bagaimana meletakkan kangen didadaku
Hari kian hari menumpuk kesal yang berlalu menjadi semburat emosi
Semua mendera-dera
Berlarian dengan rintik hujan
Suaranya mencekik ubunmu bukan?
Apakah aku menyulitkan diri mengangap kebisingan bisumu?
Sekedar mengerti bahwa engkau hanya serupa tembok
Bisu
Kembali memakai sepatu
Aku tak ingin bertelanjang kaki
Menelusuri Lembayung
Sekalipun itu didadamu
Seadil-adil engkau bercerita
Tetap tak ada yang dapat dipahami
Melainkan kembali selalu bertanya, Mengapa?
Itu saja dulu
Kata bisu dari lakumu
Bisu dan engkau yang berkaitan
Seolah-olah aku tak pintar membaca
Tidak ada komentar:
Posting Komentar