Jumat, 28 Oktober 2011

Karena Kita Makhluk Aneh Yang Mesra

hujannya kemana?
katanya mau kasih bingkisan mentari setelahnya
bukan hangatnya mendera dihati lalu jadi sepucuk kangen sendu

bagaimana aku menyembunyikan mentari dikamarku?
sementara diluar rumah mendung tak terkira seramnya

semalam kita bertengkar dahsyat lewat telpon
inginnya kita saling mencaci didepan muka
hanya saja jarak yang kangen menjadi lunak kembali di diri kita karenanya

sayang,,,,
ayo menari saja
dari pada ingkar janji dan menangis sesudahnya

aku tahu diri tentang wanita bangsatmu itu
ia cemburu bukan atas pelukan mesraku yang mendarat di dadamu?

yah engkau tak ubahnya hujan badai lalu adil membawa mentari setelah itu
kita luar biasa tarik menarik meski nyinyir hati ngilu sesakit ucapan kita
namun kita tetap saling memeluk walau tak berucap maaf

sayang,,,,
warna mendung dimatamu ialah aku yang buat
ketika mentari ungu sembab dimataku karena ulahmu

kita makhluk aneh
saling melukai namun membenahinya dengan secangkir teh
yang hangat membangkitkan gairah cinta kita

engkau yang tegap lalu siap menangkapku dari lompatan
walau sesering sekali kita sama sama melompat nyeri
namun kita sama sama berbenah hati demi sesuatu yang dinamakan cinta

yah,,,,kita makhluk aneh yang mesra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar